Kartini Masa Kini
Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi.
Tepat tanggal 21 april 1879 seorang pejuang perempuan lahir ke dunia. Siapa yang tak kenal dengan kartini ? pejuang emansipasi perempuan di zamannya yang sangat mengekang gerak gerik kaum perempuan. Tapi kali ini saya gak akan bahas tentang Ibu Kartini karna ya, sudah banyak bertebaran sejarah dan riwayat Ibu Kartini baik di media cetak maupun media elektronik. Saya akan membahas kita, Kartini Masa Kini. Sosok kartini yang hadir di dalam jiwa perempuan-perempuan di zaman modern ini. Zaman milenial, sebutannya begitu. Banyak yang bilang zaman sekarang perempuan sudah merdeka, perempuan bebas berekspresi sesuai keinginan hatinya. Yes, I seen it. Dampak ibu kartini sangat besar dalam memecah belenggu patriarki yang ada di Indonesia. Dalam segi pekerjaan. Siapa yang tidak kenal Captain Ida Fiqriah? seorang pilot perempuan pertama di Indonesia. Ibu Megawati Soekarnoputri yang menjabat menjadi satu-satunya -hingga saat ini- kepala negara Indonesia.
Tapi ada satu hal kecil yang terabaikan. Ada “a little missing piece” yang bahkan kita semua gak sadar bahwa hal itu berdampak pada kebebasan berekspresi perempuan zaman ini. Saya beri contoh. Stop telling women how to dress up. Yap! Berhenti mengatur-atur cara berpakaian seorang perempuan. Pernah gak sih kalian nonton berita tentang kasus pemerkosaan tapi yang dipertanyakan pertama kali yaitu bagaimana bentuk baju nya ? terbuka kah ? menarik perhatian laki-laki ? Pertanyaan jenis ini secara tidak sadar telah menjudge perempuan bahwa pakaiannya lah yang menyebabkan ia diperkosa. Miris memang tapi begitulah faktanya. Ya saya tahu, di alquran bahkan di kitab suci agama lainnya memerintahkan untuk berpakaian sopan dan tertutup. Di alquran sendiri bahkan di jelaskan bagaimana berpakaian yang proper bagi kaum perempuan. Tapi kita hanya fokus pada aturan untuk perempuan saja, padahal di ayat tersebut juga memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukkan pandangan. Fair enough.
Lanjut ke kasus selanjutnya. Kasus ini sudah sering saya lihat dan bahkan pernah saya alami. “jadi perempuan kalem lah. Lemah lembut” siapa disini yang pernah mendapat komentar seperti itu ? Kenapa sih untuk bersikap saja perempuan harus di atur. Perempuan di tuntut harus cantik, harus lemah gemulai, kalem, pemalu, dll. Bahkan untuk kecantikan pun ada standarnya. Berat badan ideal, kulit putih, muka bebas jerawat seperti artis korea, tinggi semampai, dan masih banyak lagi. Perempuan gak bisa jadi diri sendiri. Sedihnya, standarisasi ini juga diciptakan oleh sesama perempuan. Gak jarang saya lihat sesama perempuan malah saling mengomentari fisik satu sama lain. BODY SHAMING. We have to support each others.
Sebenarnya masih banyak kasus yang ingin saya sampaikan di tulisan saya kali ini. Tapi karena satu dan lain hal, I have to stop or maybe, pending (?)
Jadi intinya, perempuan zaman sekarang belum sepenuhnya bebas dari patriarki, belum bebas berekspresi. Masih banyak tugas kita untuk memerdekakan kaum perempuan. Ibu kartini sudah melaksanakan tugasnya memulai emansipasi, saatnya kita lanjutkan sebagai kartini masa kini.
Tepat tanggal 21 april 1879 seorang pejuang perempuan lahir ke dunia. Siapa yang tak kenal dengan kartini ? pejuang emansipasi perempuan di zamannya yang sangat mengekang gerak gerik kaum perempuan. Tapi kali ini saya gak akan bahas tentang Ibu Kartini karna ya, sudah banyak bertebaran sejarah dan riwayat Ibu Kartini baik di media cetak maupun media elektronik. Saya akan membahas kita, Kartini Masa Kini. Sosok kartini yang hadir di dalam jiwa perempuan-perempuan di zaman modern ini. Zaman milenial, sebutannya begitu. Banyak yang bilang zaman sekarang perempuan sudah merdeka, perempuan bebas berekspresi sesuai keinginan hatinya. Yes, I seen it. Dampak ibu kartini sangat besar dalam memecah belenggu patriarki yang ada di Indonesia. Dalam segi pekerjaan. Siapa yang tidak kenal Captain Ida Fiqriah? seorang pilot perempuan pertama di Indonesia. Ibu Megawati Soekarnoputri yang menjabat menjadi satu-satunya -hingga saat ini- kepala negara Indonesia.
Tapi ada satu hal kecil yang terabaikan. Ada “a little missing piece” yang bahkan kita semua gak sadar bahwa hal itu berdampak pada kebebasan berekspresi perempuan zaman ini. Saya beri contoh. Stop telling women how to dress up. Yap! Berhenti mengatur-atur cara berpakaian seorang perempuan. Pernah gak sih kalian nonton berita tentang kasus pemerkosaan tapi yang dipertanyakan pertama kali yaitu bagaimana bentuk baju nya ? terbuka kah ? menarik perhatian laki-laki ? Pertanyaan jenis ini secara tidak sadar telah menjudge perempuan bahwa pakaiannya lah yang menyebabkan ia diperkosa. Miris memang tapi begitulah faktanya. Ya saya tahu, di alquran bahkan di kitab suci agama lainnya memerintahkan untuk berpakaian sopan dan tertutup. Di alquran sendiri bahkan di jelaskan bagaimana berpakaian yang proper bagi kaum perempuan. Tapi kita hanya fokus pada aturan untuk perempuan saja, padahal di ayat tersebut juga memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukkan pandangan. Fair enough.
Lanjut ke kasus selanjutnya. Kasus ini sudah sering saya lihat dan bahkan pernah saya alami. “jadi perempuan kalem lah. Lemah lembut” siapa disini yang pernah mendapat komentar seperti itu ? Kenapa sih untuk bersikap saja perempuan harus di atur. Perempuan di tuntut harus cantik, harus lemah gemulai, kalem, pemalu, dll. Bahkan untuk kecantikan pun ada standarnya. Berat badan ideal, kulit putih, muka bebas jerawat seperti artis korea, tinggi semampai, dan masih banyak lagi. Perempuan gak bisa jadi diri sendiri. Sedihnya, standarisasi ini juga diciptakan oleh sesama perempuan. Gak jarang saya lihat sesama perempuan malah saling mengomentari fisik satu sama lain. BODY SHAMING. We have to support each others.
Sebenarnya masih banyak kasus yang ingin saya sampaikan di tulisan saya kali ini. Tapi karena satu dan lain hal, I have to stop or maybe, pending (?)
Jadi intinya, perempuan zaman sekarang belum sepenuhnya bebas dari patriarki, belum bebas berekspresi. Masih banyak tugas kita untuk memerdekakan kaum perempuan. Ibu kartini sudah melaksanakan tugasnya memulai emansipasi, saatnya kita lanjutkan sebagai kartini masa kini.

Gambling in Mississippi: Definition, facts and trivia | KSH1000
BalasHapusMississippi gambling laws 화성 출장샵 are 천안 출장샵 changing every 서울특별 출장안마 year. Read about the 강원도 출장샵 history, history and laws of Mississippi gambling and learn about Gambling in 김제 출장샵 Mississippi.