Jaga Pandangan

Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi.

Sebut saja namanya Mawar. Suatu malam, Mawar berjalan sendirian di gang sempit nan gelap menuju kediaman nya. Jam sudah menunjukkan pukul 10.30. Ditengah-tengah perjalanan, Mawar berpapasan dengan segerombolan laki-laki yang sedang asik nongkrong. Tanpa di duga-duga, siulan dan celotehan kotor para laki-laki itu mengiringi langkah kaki Mawar. "Cewek, temenin kita duduk disini yuk" "hey cantik, mau abang anterin gak?" "Wuidih body nya cuy, mantap!" "HAHAHAHAHA"

Dari penggalan cerita di atas, mungkin ada beberapa dari kalian perempuan pernah melihat atau mengalami langsung kejadian tersebut. Saat mengeluhkan insiden tersebut ke teman atau siapapun, muncul reaksi yang malah menyudutkan. "Lagian salah kamu pakaian nya ketat banget" "baju kamu tuh terlalu kebuka mungkin, makanya digodain" "alah gak usah muna deh, padahal mah seneng dibilang cantik" "MAKANYA PAKE HIJAB SIST!!"

Secara agresif orang-orang cenderung menyalahkan korban pelecehan seksual. Bila ada kasus pemerkosaan di media Massa, tuduhan dan cibiran malah di tujukan kepada si korban. Bukannya fokus terhadap kelakuan bejat pelaku, masyarakat malah fokus pada faktor pakaian yang digunakan si korban. Secara tidak sadar, society sudah menetapkan bahwa setiap kasus pelecehan seksual, pakaian korban menjadi alasan utama terjadi nya pelecehan. Sayangnya, masyarakat terlalu ikut campur memutuskan apa yang terbaik bagi tubuh orang lain. Pelaku malah dilindungi dalam mindset "tidak sehat" tersebut. Ketika perempuan tidak menutup rapat tubuhnya, maka dianggap wajar bila menjadi sasaran pelecehan seksual. Miris memang. Anak perempuan selalu di nasehati agar pandai menjaga diri menjaga kehormatan. Tapi para ibu juga jangan sampai lalai mengajarkan anak laki-laki untuk mengontrol nafsu dan menghargai tubuh perempuan. 

Jangan pernah menyalahkan pakaian apa yang dikenakan oleh perempuan. Sepanjang apa baju nya, ketat atau lebar, terbuka atau tertutup, berhijab atau tidak berhijab. Kalian yang bukan siapa-siapa tidak bisa menuntut perempuan berpakaian seperti apa yang kalian mau. Ingat, perempuan dan laki-laki sama-sama punya tugas. Perempuan menutup aurat, dan laki-laki menjaga pandangan. 

Ada sebuah kalimat yang pernah saya dengar dan mungkin cukup sering diucapkan dan didengar. Kalimatnya begini "hargai dan hormati perempuan karena kalian punya ibu dan anak perempuan" tapi menurut saya kalimat seharusnya begini "hargai dan hormati perempuan karena sesama manusia yang layak mendapat perlakuan yang baik". Untuk menghormati seseorang kita tidak butuh alasan gender nya apa, agama, ras, suku, tingkat pendidikan, dll. Cukup satu hal yang membuat kita menghormati seseorang: they're human, same as me.


Komentar

Postingan Populer