SEPENGGAL SUARA PEMUDA, SUARA RAKYAT : Wakil rakyat yang terhormat...




Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi.

“HIDUP MAHASISWA!!!” “HIDUP MASYARAKAT INDONESIA!!!”

Terdengar gema suara-suara perjuangan kaum muda dalam menyuarakan suara rakyat. Almamater kebanggaan yang kini lusuh menjadi saksi perjuangan. Pertahanan kokoh para penegak hukum bukan halangan. Gas air mata bak hujan di tengah kemarau yang menyulut semangat juang. Mahasiswa bahu-membahu turun ke jalan. Berusaha meruntuhkan dinding kokoh yang melindungi para penguasa yang katanya mewakili rakyat. Tujuh tuntutan berkali-kali diserukan dari Sabang sampai Merauke. Darah, keringat dan air mata hasilnya.

Betapa pongah dan angkuh nya mereka memadamkan mata dan telinga. Padahal kepercayaan sudah di amanahkan kepada mereka. Mereka mengatakan ini untuk rakyat, ini kemauan rakyat, ini untuk Indonesia yang lebih baik. Benarkah? Rasanya tak pas di hati dan logika alasan-alasan yang mereka lontarkan. Masa depan Indonesia ada di ujung tanduk.

Bukan kah suara rakyat adalah suara Tuhan? Kedaulatan ada di tangan rakyat. Tapi kenapa suara kami dihiraukan, atau mungkin tak lama lagi suara kami di bungkam. Kemana keadilan? kemana demokrasi? dengarlah keluh kesah kami yang tak berdaya.

Bapak ibu Dewan Perwakilan Rakyat jangan langsung berpuas diri. Bagaimanapun, perjuangan kami belum selesai. Suara akan selalu digaungkan. Kaki akan terus melangkah demi keadilan.

Niatkan untuk kebaikan Ibu Pertiwi.
Semoga Bapak Ibu DPR menepati janji.
Dan jangan lupa berdoa kepada sang Ilahi Rabbi.

Terima kasih rekan-rekan mahasiswa. Terima kasih rakyat Indonesia.

*Pict from Google

Komentar

Postingan Populer