Dear My Beloved Students


Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi.

Pertemuan pertama kita begitu indah. Kalian sambut tangan ummi kemudian kalian cium dengan takzimnya. Kalian berikan senyuman termanis yang kalian miliki saat menyambut ummi. “Assalamualaikum ummi” itu lah kata pertama yang kalian ucapkan. Jujur, awalnya ummi sedikit aneh dengan panggilan itu,tapi memang itulah aturannya. Perasaan aneh itu lama-lama mulai terbiasa. Panggilan ummi yang selalu kalian ucapkan malah menjadi panggilan favorit ummi.

Anakku,
Hampir setahun sudah saya menjadi guru, teman, sahabat, dan orang tua kalian di MDA. Banyak sudah hal-hal yang ummi rasakan bersama kalian. Bahagia, sedih, kecewa, marah semua sudah ummi rasakan. Mengajarkan dan mendidik kalian menjadi ujian tersendiri bagi ummi dalam mengendalikan emosi. Sebelumnya,ummi bukanlah orang yang suka berinteraksi pada anak-anak. Setiap bertemu anak-anak,ummi akan menghindar dan mencoba untuk tidak berinteraksi dengan mereka. Bahkan ketika tawaran untuk mengajar di MDA datang, ummi dilemma antara menerima atau tidak. Setelah pemikiran Panjang, akhirnya ummi terima. Awalnya ummi kira akan mengerikan, tapi ternyata semua berbeda 360o. berinteraksi dengan kalian sungguh menyenangkan. Tingkah kalian selalu menghibur ummi.

Anakku, 
Kalian harus tau betapa bangganya ummi melihat kalian menangkap ilmu yang ummi berikan. Kalian harus tau betapa merasa pentingnya ummi ketika kalian “curhat” berkeluh kesah kepada ummi. Betapa merasa dibutuhkan nya ummi ketika kalian terluka saat bermain dan orang pertama yang kalian cari itu ummi. Ummi senang sekali. Kehadiran ummi disana kalian butuhkan. Ummi bersyukur dan bangga,anak-anak seusia kalian sangat terbuka tentang kehidupan pribadi. Tentang keluarga kalian,tentang orang yang kalian taksir,semua kalian ceritakan. Bahkan ummi sendiri sangat tertutup saat usia kalian.

Anakku,
Saat mendidik kalian,ummi harus bisa menahan emosi. Kalian bukan anak-anak yang sama dengan anak-anak era 90-an. Prilaku kalian berbeda ketika ummi anak-anak, karena kita berada di era yang berbeda. Maka saat mendidik kalian pun ummi tidak bisa menggunakan cara “pukul” kepada kalian. Saat ummi kecil mungkin itu ampuh,tapi tidak untuk kalian. Ummi selalu berusaha mendidik kalian dengan cara yang jauh dari kekerasan. Ummi tau, kekerasan tidak akan berefek jera kepada kalian, malah mungkin akan menimbulkan sifat pendendam kalian kepada ummi. Ummi ingin kalian mendapat didikan tanpa kekerasan. Ummi ingin kita saling memahami dari hati ke hati. Tidak ada guru yang membenci muridnya. Teguran yang ummi berikan itu tanda ummi sayang dengan kalian. Ummi tidak ingin kalian melanggar terlalu jauh.

Anakku,
Jujur, ummi bukanlah ahli agama. Ilmu agama yang ummi ajarkan tidak seberapa. Itupun ilmu-ilmu yang ummi dapatkan saat sekolah dulu. Meskipun begitu, ummi harap dengan ilmu tak seberapa yang ummi ajarkan dapat kalian amalkan. 

Anakku, 
Teruslah berpegang kepada agama Allah,Islam Rahmatan Lil Alamin. Hiasilah ilmu yang kalian milliki dengan akhlak yang mulia. Apalah artinya ilmu yang kalian miliki bila tanpa akhlaqul karimah, sia-sia.


with love,
From me to my beloved students.











Komentar

Postingan Populer